Menumbuh
Kembangkan minat baca masyarakat, khususnya dikalangan anak – anak membutuhkan
sebuah pendekatan social budaya juga psikologis yang bisa diterima oleh anak –
anak. Minat baca bagi anak, sampai saat ini sangatlah rendah, dikarenakan tidak
adanya sebuah motivasi langsung yang
bisa dirasakan oleh anak itu sendiri. Faktor lingkungan dan social masyarakat
sangatlah mempengaruhi terciptanya suasana yang mendukung tumbuhnya minat baca
dikalangan anak – anak. Di tambah lagi sulitnya ketersediaan buku atau
perpustakaan atau taman bacaan masyarakat yang ada dilingkungan masyarakat
tersebut.
Melihat
keterbatasan yang ada ini, maka peran masyarakat sangat besar dan sangat
dibutuhkan agar lingkungan yang kondusif untuk menumbuh kembangkan minat baca
masyarakat bisa tercpta dengan baik. Budaya membaca, seharusnya sudah mulai
disosialisasikan ditengah masyarakat. Kesadaran dalam menumbuhkan minat baca
agar menjadi sebuah budaya baca ditengah masyarakat merupakan sebuah bentuk
dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat.
Tokoh
Masyarakat yang paling utama untuk melakukan peran ini adalah orang tua. Karena
dari orang tualah, nilai – nilai keteladanan bagi anak itu ada. Jika orang
tuanya tidak lagi mampu memberikan keteladanan bagi anak, maka sulit bagi anak
untuk bisa melakukan kebiasaan yang baik yang diharapakan oleh setiap orang
tua.
Demikian
pula, tokoh masyarakat yang menjadi panutan bagi warganya, seperti ketua RT,
RW, Kelurahan ataupun Kecamatan, hendaknya juga ,mampu memberikan keteladanan
bagi warganya tentang menumbuhkan minat baca masyarakat. Oleh karena itu,
tanggung jawab dalam menumbuhkan minat baca masyarakat menjadi tugas kita
bersama.
Dengan
adanya harapan itu, maka Supian Hadi,SH membuat Rumah Pintar "LAM" yang mana dalam hal ini akan membentuk Perpustakaan dengan tujuan menumbuhkan minat baca.